"Mas, mo tanya, kalo mo ke Menara Kudus kearah mana ya?!?"
"Oooo, lurus saja Mba, naek angkot pink tar langsung sampe depan menara"
udah lima menit lebih ga ada angkot berwarna PINK ..
"Pak, angkot pink ko ga lewat-lewat ya?!?"
"Lho Mba, angkot pink ga lewat sini"
gggggzzzzzzhhhhhhhh .. akhirnya naek angkot UNGU. Diturunkan di suatu tempat.
"Turun sini Mba, tu ke menara lurus saja"
"Lurus kemana pak?!?"
"Ya itu Mbaknya kesana tar lurus saja pokonya"
Lurus kemmmannnaaaaaa?!? huh pak supirrr ______" Akhirnya kami naek becak.
"Pak, kita lurus saja ya"
"Maksudnya Mba?? lurus saja?? lha Mbak-e ni mau kemana tho?"
"Awwhh pak, maaapp.. maksudnya ke Menara situ, lurus saja kan?"
"Ooo yaa yaa.. lurus saja"
-------
- Menara Kudus mempunyai ketinggian 18 meter, berukuran sekitar 100 m persegi pada bagian dasar. Seluruh bangunan menggambarkan budaya khas Jawa-Hindu [awalmula]
- Di depan gerbang makam Sunan Kudus.. cantiiikkk
- (Another gate)
"Mba, ikutan poto donk"
"Yah, jangan Mba, saya pengennya sendirian"
"Gapapa deeh .. ikutan dooonk, kan jilbab saya 'matching' sama baju Mba"
"hmmm ok deh, tapi hadap belakang aja ya.. "
- (Padasan/tempat wudhu)
"Mbak, katanya kalo minum air dari sini bisa cantik"
"Masa sih?? selain bisa cantik bisa apalagi??"
"Bisa diare"
- Di bagian puncak Menara terdapat semacam mustoko (kepala) seperti pada puncak atap bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa yang merujuk pada elemen arsitektur Jawa-Hindu [awalmula]
- (Perbincangan orang dibalik gerbang)
"Gila, tu Mbaknya poto berkali-kali udah pake berbage gaya masih aja jeprat-jepret, ga kepanasan apa"
"Iya, ga nyadar juga kita kan mo lewat"
"Yauda kita nongol aja biar Mbaknya yang narsis tu tau rasa"
- (Jenang Wijen)
"Ihh, jenangnya unik bangeddd"
"Ahhh Mbaknya bisa aja, ko tau kalo unik?"
"Tuh ngirisnya ga pake pisau, tapi pake gunting baju"
- (Aneka macam jenang)
"Mbaknya ni mo poto apa mo beli?"
"Ya mau poto trus beli, brapa jadinya tu jenang?"
"4000, sama poto jadinya 4500"
"widdiihhh"





















