At bottom every man knows well enough that he/she is a unique being, only once on this earth -Nietzsche-

Sunday, May 28, 2006

Mae co[O]king Dilemma

Musim-musim ujian di kairo, selalu saja penyakit yang satu ini datang melanda. Ya, apalagi kalau bukan malas menginjak dapur alias memasak. Idealisnya, sayang donk kalau harus wasting time buat nyiapin masakan sedangkan waktu untuk belajar semakin berkurang. Pengennya......makanan tersedia saat kita sedang asik berkutat dengan diktat atau bisa makan enak tanpa repot-repot memasak ini dan itu.

Biasanya, warung dan resto-resto Asia memang ramai oleh kalangan mahasiswa selama masa-masa ujian. Dan bagi mahasiswa yang beruang (wehh..maksudnya punya finansial yang cukup) tentu bukan menjadi problem yang besar. Saat lapar mulai memanggil, cukup lari ke resto terdekat dan membeli beberapa lauk atau memakannya di tempat. Mahal sedikit, yang penting perut kenyang, gizi terpenuhi dan tak usah sibuk belanja or memasak, hehehehe.

Lain cerita untuk mahasiswa yang berkantung cekak, atau minimal menggantungkan hidupnya dari uang minhah (beasiswa) dan tidak berkesempatan menempati asrama. Pengen jajan di resto asia, uang tak mencukupi. Kalau tiap hari menunya makanan Mesir -yang harganya relatif murah- tentunya bosan. Paling-paling, hanya Indomie dan telor mata sapi yang setia menemani [pssttt harga telor di Mesir padahal mulai mahal juga, hikss]. Numpang makan ke rumah temen?? wikss kalau sering-sering malu dunk. Puasa?? weitt...masa niat puasa gara-gara tak punya uang, heheheh.

Di kalangan mahasiswi, kadang -bahkan sering- masalah masak-memasak selama ujian memang jadi dilema. Biasanya, di tiap-tiap flat yang ditempati sekitar 4 sampai 6 mahasiswi mempunyai jadwal memasak yang rutin dijalankan tiap hari. Dan saat-saat ujian menjelang, rasa malas untuk memasak -disamping demi efisiensi waktu- mulai datang melanda. Pada akhirnya, peraturan untuk cooking by ourself-pun mulai dijalankan. Ada yang memilih beli di warung-warung asia terdekat, ditambah suplemen seperti snack dan berbagai minuman atau susu. Ada pula yang memilih belanja bahan-bahan instan seperti Indomie, makanan kaleng dan telur yang praktis dan simpel. Yang lebih kreatif, ada beberapa yang memilih membuat masakan tahan lama seperti kering tempe atau abon untuk persediaan selama ujian. Namun, banyak pula para mahasiswa dan mahasiswi yang tetap memilih belanja dan memasak seperti hari-hari biasanya, hanya memilih masakan yang lebih sederhana dan enak dimakan tentunya.

Hmmphh.....kalau aku sendiri, memang masa-masa ujian tak sesulit seperti teman-teman yang belajar di al-Azhar Univ, yang harus berkutat dan menghapal diktat kuliah serta al-Quran. Tetapi, tetap saja saat-saat ujian menjelang, ketika banyak assignment yang harus diselesaikan dan persiapan pameran yang waktunya sudah dekat, rasanya begitu enggan untuk sekedar beraktifitas di dapur. Sepertinya makan di warung-warung entah itu makanan asia atau mesir terasa lebih nikmat meskipun sebenarnya memiliki rasa yang biasa-biasa saja. Untuk sekedar minum air-pun, rasanya lebih praktis membeli air mineral dalam botol. Tiba-tiba, dapur yang sebelumnya merupakan the most fave place menjadi sebuah ruangan yang paling tak ingin aku sentuh. Memasak yang termasuk hobi nomor satu menjadi momok buat aku.

omiGod.......everyThiNg has GonE wRoNg!!!! Izz Dizz Ze ExaM eFfects??

Saturday, May 27, 2006

Turut Berduka Cita



---------oOo---------
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya turut berduka cita atas musibah gempa bumi yang menimpa teman-teman dan saudara di Jogjakarta. Semoga, yang telah pergi akan diterima disisi Allah SWT dan yang ditinggalkan akan senantiasa tabah.
Terkhusus untuk teman saya Hafidz Wahyudin, semoga amal ibadahnya diterima dan mendapat tempat yang paling layak di sisi-Nya, Amin.

Friday, May 26, 2006

MenunaiKan Zakat Profesi........

Dalam hidup, kita dituntut untuk selalu melakukan usaha yang berbasis pada ibadah untuk meraih Ridho Allah. Aspek Ibadah cakupannya sangat luas karna semua itu berpulang kepada individu masing-masing; sejauh mana kemampuan dia memformulasi aktifitas sehari-hari sehingga mempunyai bobot/nilai ibadah.

Seorang Pelajar, belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih ilmu adalah sebuah ibadah. Seorang Ibu Rumah Tangga, merawat keluarga dan membesarkan anak-anaknya merupakan sebuah ibadah. Seorang Kepala Rumah Tangga (baik wanita ataupun pria), memiliki profesi yang halal untuk menafkahi dan memenuhi kebutuhan hidup juga merupakan suatu bentuk ibadah.

Dalam konteks kekinian, banyak hal yang bisa kita kerjakan untuk terus survive. Jenisnya tentu sangat variatif. Lalu, bagaimana kita bisa menjadikan aktifitas duniawi (bekerja) disamping untuk memenuhi kebutuhan hidup juga sebagai modal untuk kehidupan yang lebih abadi? dan apakah mereka wajib mengeluarkan zakat dari penghasilan yang didapatkan? Inilah yang dinamakan dengan Zakat Profesi.

Dasar diwajibkannya Zakat Profesi?!?

1. Firman Allah dalam surat al-Baqarah, 267 yang artinya -Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu-

2. Penghasilan dari sebuah profesi, termasuk harta yang berkembang (menghasilkan keuntungan) yang merupakan syarat harta wajib zakat.

Jenis-jenis Profesi Yang Wajib Ngeluarin Zakat?!?

1. Keahlian/keterampilan : misalnya penjahit, pengrajin, tukang kayu, koki dsb

2. Keahlian/kepakaran : misalnya dokter, engineer, akuntan, guru, pengacara, notaris dsb

3. Pegawai instansi/pribadi : misalnya PNS, tentara, pegawai swasta, pengusaha, entrepreneur dsb

Cara praktis menghitung zakat profesi?!

1. Menentukan awal dan akhir tahun zakat berjalan (haul). Simpelnya, zakat dikeluarkan setelah usaha/profesi tersebut berjalan selama satu tahun. Jadi, tiap 12 bulan sekali kita mesti wajb ngeluarin zakat

2. Mengumpulkan semua harta wajib zakat Explainnya : Menjumlah semua penghasilan atau pemasukan selama satu tahun beserta aset-aset yang digunakan untuk kepentingan usaha (ini kalo ada). Jika rumah, mobil, HP dll dipakai untuk kepentingan pribadi, itu tidak termasuk dalam hitungan zakat profesi.

3. Menjumlah nominal kebutuhan yang harus ditunaikan.
Langkah selanjutnya, kita menghitung biaya kebutuhan yang telah kita keluarkan selama satu tahun. Semisal keperluan pribadi (bayar listrik, belanja, uang sekolah dll), kredit mobil, Hutang Bank, tax, sewa kantor/rumah dsb. Atau praktisnya, perkiraan kebutuhan tiap bulan kita kalikan selama satu tahun (12 bulan). Jangan sampai lupa.

4. Mengurangkan harta wajib zakat dengan nominal kebutuhan.
Setelah selesai acara hitung-menghitung, jumlah penghasilan dari profesi tersebut kita kurangi dengan semua kebutuhan yang musti kita tunaikan, sesuai dengan penjelasan nomor 3.

5. Nisob zakat profesi adalah senilai 85 gram emas -21 karat-
yang harganya disesuaikan dengan harga pasar (untuk sekarang ini kira-kira senilai Rp. 14.000.000). Jadi, kalo jumlah dari penghasilan kita setelah dikurangi semua kebutuhan selama satu tahun kurang dari 14 juta, berarti tidak wajib dizakati

6. Tarif zakat profesi adalah 2,5 %.


Contoh penghitungan zakat profesi seorang Pegawai Bank :

A. Perkiraan Harta zakat terkumpul (pemasukan) selama 1 tahun

- Hasil dari Gaji selama satu tahun = Rp. 72.000.000
- Bonus dari kantor = Rp. 5.000.000
- Tunjangan Hari Raya = Rp. 10.000.000
- Hasil mengajar Les privat selama 1 tahun = Rp. 5.000.000
____________________________________________________________+
Jumlah = Rp. 92.000.000

B. Kebutuhan-kebutuhan yang harus ditunaikan selama satu tahun

- Nafkah Keluarga perbulan dikalikan = 12 Rp. 36.000.000
- Tax (pajak) = Rp. 1.000.000
- Kredit Mobil kali 12 bulan = Rp. 24.000.000
- Sewa Rumah = Rp. 10.000.000
_____________________________________________________________+
Rp. 71.000.000

C. Harta zakat dipotong kewajiban

Point A dipotong point B.
----- Rp. 92.000.000 – Rp. 71.000.000 = Rp. 21.000.000 (ini yang wajib dizakati)

D. Nisob zakat

85 gram 21 gram emas 21 karat (diperkirakan 14.000.000)
Zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%
-----Harta yang wajib dizakati sejumlah Rp. 21.000.0000
Penghitungannya : 2,5 : 100 x 21.000.000 = 525.000

E. Zakat wajib bayar
Jadi, zakat profesi yang wajib dikeluarkan sejumlah Rp. 525.000


Thursday, May 25, 2006

My-not to say-WishList Kitchen

I'm so passionate about kitchen. Berharap, suatu hari aku bisa bikin dapur yang mirip-mirip ama gambar-gambar dibawah ini, hope so...but of course, with my own design en style. Kali ini........dapetin contekan-contekannya duluh.


Dapur ini merupakan eklektik antara contemporary-feel en country. Kesannya cozy dan bersih apalagi dilengkapi dengan modern appliances seperti plasma TV, built-in oven en refrigerator. Di bagian tengah ada Island yang nyaman dengan jejeran Stools dari kayu serta kompor di sisi yang berlawanan. Adanya lampu spot yang bertebaran di ceiling bikin dapur ini terasa terang dan hangat. Minusnya......letak antara sink en kompor terlalu berjauhan.


Kesan pertama liat dapur ini, funky n has it's own style. Terlihat sangat sederhana, namun nyaman dengan adanya Island dan worktop berwarna biru yang bikin mata nggak jenuh.
Minusnya........meski keliatan simpel, tapi butuh space yang lumayan luas coz letaknya memanjang en nyatu dengan ruang makan.




Di dapur ini seolah-olah menggambarkan sebuah kesibukan yang bakal terjadi di dapur, hehehe. Everything is reached in hand karna letak antara barang satu dengan yang lain saling berdekatan.
Pilihan warna natural jugha bikin dapur ini berkesan hangat dan nyaman.
Minusnya.........laghi-laghi letak dapur en dining dalam satu ruangan.





Bright......Airy......Clean!!!
Dikelilingi ama jendela yang besar, bikin dapur ini terlihat fresh. Sekilas ngingetin ama dapur-dapur yang ada di cottage dengan display-shelf dan cookery yang simpel.

Thursday, May 18, 2006

Sehari Menjadi Nanny

Jadi Nanny??? wihh....ga cuman baby sitter laghi coz hari itu aku musti meng-handle 3 putri-putri imut plus 1 baby umur 11 bulan. Kronologinyah -weitt, kayak berita kriminal ajah heheheh- aku diminta ama Bu Tuti buat jaga anak-anaknya coz Orang Tua beliou baru dateng dari Indo, so musti nganter shopping around the city en bakalan reypot buerat kalow bawa anak-anak.

Jadinya......that day I was totally become a nanny. Mulei dari jagain mreka, khususnya si baby coz dianya baru bisa merangkak n musti masak juga buat lunch. Deuughhh sbenernya kalow dipikir-pikir so simpel, but to teLL the truth, wuahhh repooot biangedd.

Pas laghi masak, si baby pengennyah ngikut ke dapur muluw, abis dikasih susu akhirnya dia bobooo. Eitt...ternyata pas diletakin di peraduannya nangisshh en minta digendong. Yasudey acara masak-memasak di-pause n akhirnya maen game sambil gendong si baby -hueehh sempettt gituwww- sampe kira-kira 1,5 jam. (caPeeeK PisaN)


*Tanteeee, mo mie doooonk.......* HaLa, Nada n Syifa tereak kompak
*Iya tapi dede'nya lon bangun neyyy, gendOng duLu yachh*
*Tapi khan kiTanya mo maen cindereLLa*
*Weihhhh, truss gimana dunk?? maSa masak sambil gendoNg si dede? suhiiiiiing dey*

Alhamdulilah.......si baby bangun n mo diletakin plus maen-maen sendiri jadinya bisa masakin Indomie en skalian masak buat lunch (hihhh padahal udeh jam 3 sore). But.......yang namanya baby bentar-bentar pengennya ngikut ke dapur, kalo diletakin nangis, udehh githu si cewek-cewek gagh mau diganggu kalow laghi maen, dah gitu tereak-tereak suruh gambarin, rumah berantakan, maenan berceceran, deuuuuuuuuu pusinggg kalo anak sebanyak ini, hihihihih. Gagh kebayang kalow bakalan secapek n seribet ini. Malemnya, badan agak-agak demam getuh coz kecapean.









* Jadi keinget sama Ibu di Smarank. Dulu.......paling sukha ngebantah perintah Orang Tua, slalu pengen diturutin kemauannya dan tak sukha kalow sering-sering disuruh. Mungkin, karna jarak yang tak terlalu jauh -Ibu menikah umur 16 dan aku anak pertama- so saat menginjak ABG, aku slalu merasa benar n Ibu yang salah, aku merasa ibu terlalu membatasi, terlalu ingin tahu, terlalu ikut campur.......dan begitu banyak kata "terlalu" untuk beliou.

Kini, lewat lembaran ini aku hanya ingin mengatakan kalo sekarang.......aku sungguh-sungguh sangat menyayanginya, ingin membuatnya bahagia, ingin melihat sinar kebanggaannya.

Ibu......I'm reaLLy prouD n Love You, May Allah always BleSS you in every breath of your Life. I'll always pray for your happiness........

Wednesday, May 17, 2006

Fish MarKet Suq 'Ubur

Namanya jauh dari keluarga -palagih jadi mahasiswa- yang dulunya gagh pernah masak, sekarang musti doyan masuk dapur. Yang namanya maleszz belanja, sekarang harus rajin-rajin nyambangi pasar, heheheheheh. Ini berita foto ajha, selepas kita berbelanja ria di pasar Ikan di Obour city.


Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting


Monday, May 15, 2006

Trip To Mount. Sinai (St.Katherine)


This is my second trip ke Sinai. Tapi kali ini lumayan asik ya karna pake nginep di hotel segala. Sama orang tua n anak2 kecil sih hehehe.. biasanya kalo ala mahasiswa sampe Sinai malem, dilanjut ndaki, liat sunrise n ga brapa lama  langsung turun gunung n cabut ke tempet wisata laen kayak pantai Dahab or Sharm el Sheikh. Kaki? gempoooorrr ..

Hari Pertama :

Perjalanan lumayan lancar coz kita naik mobil berplat diplomat so ga perlu menjalani pemeriksaan yang sangat ketat. Enak ya :D. Pemeriksaan ini harus dimaklumi karna  selepas kejadian bom baru-baru ini di Sinai, untuk memasuki kota ini emang cukup sulit dan musti melalui prosedur yang rumit, selain memang Sinai merupakan daerah perbatasan antara Mesir ama Israel.

Setelah melewati terowongan Suez, perjalanan yang cukup melelahkan ini jadi ga bikin capek coz di spanjang jalan kita bisa menikmati indahnya laut merah dan gunung-gunung batu yang menjulang. Jadi, smacam coast to coast getuww hehehehe.

Sekitar sparoh perjalanan, kita mampir sejenak ke 'Uyun Musa (mata air Nabi Musa) yang ada di daerah Abu Rhoudes. Memasuki kawasan Sinai, di kiri kanan jalan yang ada gurun pasir yang kering dan panas. Hanya ada bebeapa rumah penduduk yang letaknya sangat berjauhan. Padahal, di daerah Sinai ini bagi penduduk yang tak punya mobil, mreka harus pandai-pandai menumpang di mobil ataupun bus yang datang. Poor them :(

Pilihan lain, mereka harus bersusah-payah menaiki Onta atau berjalan kaki yang tentunya memakan waktu lama. Di salah satu area, ada perkebunan kurma yang tumbuh subur dan berdiri beberapa rumah penduduk yang saling berkelompok. Kalow gini, jadi inget cerita-cerita sejarah di jaman batu dulu. Selain rumah penduduk, di sepanjang gurun jugha banyak berdiri kamp-kamp militer.

Pukul 15.30 kita sampai di Sinai en menuju Hotel Morgenland. Hotelnya baguss.. view-nya gunung Sinai yang kokoh n kolam renangnya pun luas (padahal juga ga bisa renang, cuma rendem2 kaki aja hahaha). Sampe selepas maghrib kita istirahat lalu dilanjutkan dinner di hotel n jalan-jalan di Madinah Sinai (Sinai City). Di kota kecil ini, penduduk berjumlah tak lebih dari 5000 orang en mereka terbagi antara pendatang dari luar Sinai dan orang-orang pribumi (badawiyah). Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari para turis yang datang untuk mendaki atau sekedar berkunjung ke Gunung Sinai. Mulai dari berdagang souvenir, mendirikan penginapan, menyewakan onta atau menjadi penunjuk jalan. Para penduduk pribumi biasanya mengenakan pakaian khas ber
upa galabeya (jubah) dan para wanitanya mengenakan kerudung yang menutup wajahnya (kecuali mata). 

Meski berada di tempat yang terpencil dengan batu-batuan yang terjal (bertekstur tanah kontur), Kota ini juga mempunyai fasillitas penerangan yang cukup dan beberapa fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan pasar meskipun dengan jumlah yang sangat-sangat terbatas.

Pada bulan-bulan seperti Januari sampe Maret, salju akan turun dan mulai bulan agustus udara akan sangat panas. Dan kelebihan orang-orang pribumi di Sinai, mereka mempunyai sistem pembuatan rumah yang bisa menahan cuaca dingin maupun panas. Mereka tidak menempati imarah (flat) seperti kebanyakan penduduk Mesir, namun hanya rumah pertak dari batu dan tidak bertingkat.

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 01.00 dini hari, biasanya petugas hotel akan membangunkan para tamu dan mengingatkan mereka untuk bersiap-siap mendaki. But, karna ada Orang tua dan anak-anak so kita hanya stay at the hotel saja. Lagian aku udah pernah mendaki sebelomnya.. cape, ngos-ngosan :D meski semua lelah terbayar stelah melihat indahnya sunrise di puncak Sinai.

Hari Kedua :

Hugghhh, ga nyenyak banged tidur malemnya coz nyamuk gunung sangat ganas en dengan tega menggigit kita :(. Gila itu nyamuk gurun ganas2 bangeeeddd. Setlah beberes rapi, kita mulei breakfast bareng-bareng di resto hotel. Sebelonnya kita udah makan nasi duluan coz

yang namanya breakfast di hotel paling cuman roti, selai, keju dan susu. Deuhhh kalow pagi perutnya indonesia banged hehehehe. Selepas breakfast kita bersiap-siap check out dari hotel skitar pukul 10.00

Perjalanan selanjutnya adalah ke kawasan lereng Sinai, dimana para turis mulai memasuki area pendakian. Tak berapa jauh sebelumnya, ada St.Katherine Airport dan toko-toko tempat menjual souvenir serta beberapa resto. Sekitar 200 meter dari area masuk, kita mampir ke makam Nabi Harun. Nabi Harun ini adalah juru bicaranya Nabi Musa karna Nabi Musa dalam sejarah diceritakan cedal (tidak jelas bicara karna cacat lidah). Di seberang jalan, terdapat patung lembu Samiri yang dulunya mengaku sebagai Nabi dan membangkang dari Musa. Patung lembu ini berada di ketinggian sekitar 10 meter dan terletak di tepi jalan.

Memasuki area pintu masuk daerah pendakian, banyak para penduduk pribumi yang menyewakan Ontanya. Ada juga yang minta 1 dolar kalow kita pengen foto bareng onta mereka *duhhh harusnya bangga donk Om ontanya difoto heheheh* Biasanya sekitar pukul 09.00 atau 10.00 lereng gunung akan ramai oleh orang-orang yang beristirahat setelah semalaman mendaki dan menikmati sunrise dari puncak Sinai.

Di puncak Sinai sendiri, ada satu bangunan masjid dan satu gereja (akurrr kan), yang membuat daerah Sinai juga dikenal dengan nama lain St.Katherine. Disini, banyak pula para penganut kristiani yang melakukan perjalanan spiritual ke puncak Sinai



Setelah puas melihat-lihat, akhirnya kita menuju mobil untuk segera menuju kembali ke Kairo. Perjalanan pulang kali ini cukup unik bagi kita karba selain bisa melihat langsung, kita juga melalui alias menyeberang terowongan Terusan Suez (Suez Canal) yang ada di Kota Ismailia. Di terusan yang menghubungkan laut mediteranian en laut merah ini, banyak kapal-kapal barang yang menyeberang baik dari benua asia ke eropa atau sebaliknya.

Well, perjalanan yang menyenangkan. :)

Wednesday, May 10, 2006

The Treasury Of Azbakeyya Market

Ke Azbakeyya lagi? wehhh, emang kalo dihitung-hitung aku paling rajin ngunjungin pasar majalah en buku bekas yang ada di Attaba ini. Sampe -sampe pas book fair tahunan di Kairo kemaren, smuwa orang di stand buku2 n majalah bekas (azbakeyya) pada sksd gituww, mereka bilang sering liat aku di attaba, dugh....maluw begete *mending dikasih diskon getuhh, enggaghh!!!! :(*

Berangkat lumayan pagi dari rumah, so kita (bertiga bareng K'Aziz n Didi bisa lumayan puas hunting barang. Tujuan utama kita emang ke azbakeyya buwat cari-cari majalah.

Tentang pasar azbakeyya sendiri, letaknya ada di salah satu ujung pasar Attaba, tepatnya di depan stasiun metro anfaq (subway). Pasarnya terdiri dari deretan kios yang jumlahnya lumayan banyak (meski gagh semuanya buka) en tempatnya tertata rapi, bersih apala

gih dilengkapi ama bangku-bangku di pelataran. Di tiap kios, biasanya mereka punya spesifikasi, entah khusus majalah, buku-buku dari luar negri, atau kitab-kitab arab yang udah jarang ato mungkin dah gagh diterbitin laghi. Kadang-kadang, banyak buku-buku bagus dan langka mulei dari politik sampe ekonomi bisa dit emuin disini. Bagi yang maniak novel, di pasar azbakeyya juga dijual berbagei macam dan jenis novel

Di tiap kios (especially majalah) mereka biasanya mendisplay majalah dengan rapi en cluttered-look. Semua majalah mulai dari fashion, arsitektur, interior, otomotiv, gardening, movie, wedding, food en recipe,fotography, fauna sampe majalah-majalah gosip n teenage smuwa ada. Rata-rata majalah yang ada biasanya dari eropa *ex.elle, glamour, cosmo, yourhome, living, gourmet etc* en fortunately, they're not out of trends karna bekasnya minimal satu bulan dari tanggal terbit.

Soal harga, dimana-mana yang namanya pasar pasti sama, butuh kesabaran en kelihaian buat menawar harga. Biasanya di tiap kios mereka memasang harga serupa (1 majalah sekitar 5 Le) en meski beli banyak or dikit, paling harga turun jadi 4 Le (huahhhh

udah capek-capek senyum dua senti ma penjualnya, gerrrggghh)
Stelah penat pilih-pilih n bargaining *capeeeeeek pisan* kita yang udah kelaperan finally mutusin buat makan di warung tegal ala mesir. Beidewey, warung ini memang favorit kita tiap kali ke attaba. Disini, mereka khusus menjual gambari *udang goreng pake tepung (tapi jangan bayangin tempura lohh)* truss ada juga kibdah *hati sapi* en mukh *otak*. Makanan-makanan itu dihidan
gin sama tahina (saus terbuat dari wijen), dilengkapi ama salad tomat plus nasi ato 'isy (pita bread). Rasanya gagh mengecewakan, en kalo diliat-liat emang warung yang letaknya pas di depan pemberhentian bus ini paling rame dikunjungi .

Salah satu keunikan warung di mesir, mereka rata-rata gagh sekalian menjual minuman (kecuali soft drink). So, bagi yang pengen minuman laen, biasanya pilihan utamanya adalah jus, mulei dari jus asam *tamarind*, tebu *ashab*, mangga, shubiya en wortel *gazar*. Khusus untuk jus tamarind n shubiya, banyak penjaja keliling dengan penampilan yang atraktif en mereka ada di setiap sudut pasar.