At bottom every man knows well enough that he/she is a unique being, only once on this earth -Nietzsche-

Friday, October 01, 2010

ahhh pengemis


"Beggars should be entirely abolished! Truly, it is annoying to give to them and annoying not to give to them"

Saya kadang merasakan hal persis seperti kata-kata nietzsche diatas. Ada pengemis, lebih banyak rasa curiga daripada empatinya. Ga mau ngasi rasanya gimana, ngasi juga rasanya gimana..karna skarang kebanyakan pengemis adalah para orang-orang yang cacat -seringnya purapura cacat- dan ada juga para pengemis yang terorganisir. Jadi, setiap pagi mereka di drop di suatu tempat dimana mereka akan mengemis, lalu dijemput pada malam harinya. Well, hal terakhir ini saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri. Didepan mall Ciputra, jam 10 malem, nenek-nenek yang baru aja saya kasih uang dijemput oleh seorang wanita -yang pakeannya rapi ga compangcamping- lalu menuntun nenek tersebut dan....dimasukkan dalam mobil!!!! ooohhhh haaaaaaaaaayyy...sejak kapan pengemis diantar jemput pake mobil??? owwhh, dan saya pun mengumpat dalam hati, for not saying menyesal karna udah ngasi uang seribuan ke si nenek tadi.. ahhhh kau Nek!!

Sedangkan yang cacat, banyak cerita kalo mereka ternyata boongan *rahasia umumlah ini. Kebanyakan para pengemis 'cacat' itu melakukan aksi di pasar, traffic light n tempat-tempat keramaian. Cirinya khas, jalan ala suster ngesot, merengek-rengek dengan kaki menganga penuh luka n dikerubutin lalatttt, pufffttt..bahkan di pasar-pasar banyak dari mereka yang datang lalu bercerita soal keluarga, soal penyakit parah yang dideritanya, atau soal kesulitan dia mencari pekerjaan, sampai pada titik dimana dia meminta bantuan berupa uang.

Yang tragis, banyak dari ibu-ibu justru memanfaatkan anaknya yang kadang masih balita untuk diajak mengemis. Semakin merana kondisi sang anak, semakin tinggi harapan sang ibu untuk dikasihani. Tak jarang mereka duduk di pinggiran toko yang panas menyengat, padahal di tempat yang lebih teduh banyak, so karna kondisi panas maka menangislah si anak, dan sang ibu berharap penuh siapa yang melihat akan sangat iba, dan pastilah....memberi uang recehan atau lembaran... ooowh apa ga kasihan kau pada anakmu, Buuu!!!

Saya tidak membenci para pengemis itu, meski saya sangat berharap mereka-mereka yang -aslinya bukan pengemis- seharusnya bisa mengerjakan hal lain selain mengemis, bukankah lebih baik?? mengemis bukanlah pekerjaan... menjadi seorang kuli pastinya lebih mulia daripada hanya 'sekedar' menengadahkan tangan meminta belas kasihan. Well, tangan diatas memang lebih baik daripada tangan dibawah kan??

Rasulullah SAW bersabda :

Qabishah bin Mukhariq al Hilal ra berkata: “aku pernah memikul tanggungan berat (diluar kemampuan), lalu aku datang kepada Rasulullah saw untuk mengadukan hal itu. Kemudian beliau bersabda: “Tunggulah sampai ada sedekah yang datang kepada kami lalu kami perintahkan agar sedekah itu diberikan kepadamu”. Setelah itu beliau bersabda: Hai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak boleh kecuali bagi salah satu dari tiga golongan, yaitu :
(1) orang yang memikul beban tanggungan yang berat/hutang (diluar kemampuannya), maka dia boleh meminta-minta sehingga setelah cukup lalu berhenti, tidak meminta-minta lagi.
(2) Orang yang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, maka dia boleh meminta sampai dia mendapatkan sekadar kebutuhan hidupnya.
(3) Orang yang tertimpa kemiskinan sehingga tiga orang yang sehat pikirannya dari kaumnya menganggapnya benar-benar miskin, maka dia boleh meminta sampai dia memperoleh sekadar kebutuhan hidupnya/sandaran hidup.
Sedangkan selain dari tiga golongan tersebut hai Qabishah, maka meminta-minta itu haram yang hasilnya bila dimakan juga juga haram
(HR. Muslim).

KELUHAN : Ahhh negaraku, kau bilang dalam undang-undang dasarmu, fakir miskin dan anak-anak terlantar akan kau pelihara. Tapi.. kenapa kau biarkan mereka mengemis??

No comments: